Soal 3

Pilihlah jawaban yang paling tepat a, b, c, d atau e dari soal-soal berikut ini.

1. Juwita membeli sepasang sepatu. Dalam hal ini uang mempunyai fungsi sebagai….
a.  alat tukar-menukar
b.  satuan pengukur nilai
c.  alat penimbun kekayaan
d.  standar pembayaran yang ditangguhkan
e.  alat pembayaran utang

2. Motif yang mendasari permintaan uang untuk tujuan membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari adalah motif….
a.  berjaga-jaga
b.  transaksi
c.  spekulasi
d.  promosi
e.  ekonomi

3. Apabila masyarakat membeli obligasi, maka permintaan uang tunai untuk memenuhi tujuan tersebut didasarkan oleh motif….
a.  transaksi
b.  berjaga-jaga
c.  ekonomi
d.  spekulasi
e.  provisi

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran uang adalah sebagai berikut.

1)   Motif transaksi

2)   Motif berjaga-jaga

3)   Pendapatan masyarakat

4)   Motif spekulasi

5)   Selera masyarakat

Faktor yang mempengaruhi permintaan uang adalah….

a.  1), 2), dan 3)
b. 1), 2), dan 4)
c. 1), 3), dan 5)
d. 2), 3), dan 4)
e. 2), 4), dan 5)

5. Permintaan masyarakat akan uang tunai untuk spekulasi ditentukan oleh besarnya….
a. tingkat inflasi
b. pendapatan nasional
c. upah
d. nilai kurs
e. suku bunga

6. Permintaan uang untuk memenuhi kebutuhan di bawah ini tidak didorong oleh adanya motif berjaga-jaga adalah….
a. kebutuhan biaya pendidikan
b. kebutuhan membeli surat berharga
c. kebutuhan perawatan
d. kebutuhan pengobatan
e. kebutuhan ongkos perjalanan ke luar kota

7. Menurut Keynes apabila suku bunga bank naik, orang akan lebih suka….
a. memegang uang tunai
b. membeli mobil
c. membeli rumah
d. menabung di bank
e. membeli tanah

8. Jumlah uang yang beredar dalam arti sempit, secara matematis dapat dirumuskan….
a. M1= C + DD
b. M2= M2 + TD + SD
c. M2= M1 + TD – SD
d. M1= M1 – TD + SD
e. M1= M1 –  TD – SD

9. Uang kartal dan uang giral termasuk dalam….
a. M1 saja
b. M2 saja
c. M3 saja
d. M1 dan M2 saja
e. M1, M2, dan M3

10. Beberapa produk jasa bank yang tidak digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat adalah….
a. simpanan giro
b. deposito berjangka
c. sertifikat deposito
d. tabungan
e. premi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan singkat.

  1. Sebutkan fungsi asli dan fungsi turunan uang.
  2. Apakah yang dimaksud dengan permintaan uang? Jelaskan menurut pendapat kalian sendiri.
  3. Sebutkan dan jelaskan motif-motif yang mempengaruhi permintaan uang tunai.
  4. Apakah yang kalian ketahui tentang penawaran uang? Jelaskan.
  5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang.

Soal 2

Pilihlah jawaban yang paling tepat a, b, c, d atau e dari soal-soal berikut ini!

1.  Pengertian investasi adalah….
a. membeli saham disaat harganya murah dan menjualnya disaat harga tinggi
b. membeli valuta asing disaat harganya rendah dan menjualnnya disaat harga tinggi
c. bertransaksi di bursa berjangka
d. membeli instrumen derivatif
e. pembelian berbagai jenis barang modal atau mesin-mesin

2.  The invesment which occours as a result of changing of income called….
a. autonomous investment
b. induced investment
c. gross investment
d. private investment
e. goverment investment

3.  Kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengembalian modal dengan jumlah modal yang diinvestasikan adalah….
a. MPC
b. MPS
c. MPI
d. MEI
e. APS

4.  Faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi suatu negara adalah…..
a. keuntungan investasi dan kemajuan teknologi
b. keuntungan investasi dan tingkat bunga
c. tingkat bunga dan kemajuan teknologi
d. ramalan ekonomi masa depan dan tingkat bunga
e. ramalan ekonomi masa depan dan keuntungan investasi

5.  Sebuah perusahaan kayu membeli seperangkat mesin sebesar Rp. 2.000.000,-. Pendapatan bersih dari pemakaian mesin baru sebesar Rp. 2.100.000,-. Berapakah expected rate of return (r) perusahaan tersebut….
a. 1 %
b. 2 %
c. 3 %
d. 4 %

e. 5 %

6.  Faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi suatu negara adalah….
a. keuntungan investasi dan kemajuan teknologi
b. keuntungan investasi dan tingkat bunga
c. tingkat bunga dan kemajuan teknologi
d. ramalan ekonomi masa depan dan tingkat bunga
e. ramalan ekonomi masa depan dan keuntungan investasi

7.  Dalam hubungannya dengan pendapatan nasional, investasi dibedakan menjadi….
a. investasi otonom dan investasi luar negeri
b. investasi otonom dan investasi pemerintah
c. investasi otonom dan investasi dorongan
d. investasi bruto dan investasi swasta
e. investasi bruto dan investasi pemerintah

8.  Berikut adalah kegiatan investasi.

1)   mendirikan rumah untuk tempat tinggal

2)   membeli peralatan pabrik untuk menambah produksi

3)   membeli bahan baku untuk persediaan produksi

4)   membangun gedung untuk produksi

5)   membeli apartemen

Yang termasuk investasi riil adalah….

a.  1) dan 2)
b.  1) dan 4)
c.  2) dan 3)
d.  2) dan 5)
e.  2) dan 4)

9. Sepanjang kurva permintaan investasi menunjukkan bahwa jumlah investasi yang diminta….
a. naik bila suku bunga naik
b. naik bila pendapatan siap pakai naik
c. naik bila pendapatan siap pakai turun
d. naik bila suku bunga turun
e. tetap tidak berubah meskipun ada perubahan suku bunga ataupun pendapatan siap pakai.

10. Tambahan investasi dari tiap tambahan tingkat suku bunga disebut….
a. MPS
b. MPC
c. MPI
d. APC
e. APS

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

  1. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis investasi!
  2. Bagaimana hubungan antara tingkat bunga dan investasi?Jelaskan dengan kurva!

Soal 1

Jawablah soal-soal dibawah ini dengan jelas dan benar!

1.  Jelaskan pengertian konsumsi!

2.  Jelaskan pengertian tabungan!

3.  Sebutkan dan jelaskan 1 faktor lain  yang mempengaruhi besarnya tingkat konsumsi selain faktor pendapatan!

4.  Tabel pendapatan(Y), konsumsi (C), tabungan (S), MPC, APC, APS dan MPS.

a. Isilah berapa besar jumlah MPC,APC,MPS dan APS pada kolom yang tersedia!
b. Tentukan fungsi konsumsi dan fungsi tabungannya!
c. Jika pendapatan sebesar 4000 berapakah besar konsumsinya?
d. Gambarkan kurvanya!

PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG

PENGERTIAN UANG

Uang hampir tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Setiap orang memerlukan uang. Dalam perekonomian modern, uang dapat diibaratkan sebagai bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan mesin perekonomian. Tanpa uang, perekonomian modern tidak bisa berjalan.

Walaupun sering memerlukan uang dan mengenal baik wujud uang, kebanyakan dari kita kurang memahami apa sebenarnya pengertian uang? Apa yang membedakan suatu benda itu berfungsi sebagai uang dan bukan uang?

Berikut ini ada beberapa pengertian uang dari berbagai ahli.

Menurut R. J Thomas mengatakan bahwa “ money is something that is readily ang generally accepted by public and payment for goods, services, and other valuable assets and for the payment for debt”. Artinya, uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran utang, jasa, dan barang berharga lainnya, dan untuk pembayaran utang.

Sir Dennis Holme Robertson mengatakan bahwa “money is something accepted in payment for goods”. Artinya, uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang.

Dari definisi yang dikemukakan para ahli terebut dapat disimpulkan bahwa definisi uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembelian barang dan jasa, barang berharga lainnya, dan pembayaran utang.

FUNGSI UANG

Fungsi uang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

a. Fungsi asli uang

Fungsi asli uang terdiri dari 2, yaitu

1. Sebagai alat satuan hitung atau pengukur nilai (a measure of relative value)

Setiap barang dan jasa yang diperdagangkan di pasar mempunyai nilai tertentu. Dengan menggunakan uang, nilai suatu barang atau jasa dapat diukur atau diperbandingkan dengan nilai barang dan jasa yang lain. Di Indonesia, dasar pengukur nilai barang dan jasa yang diperdagangkan di pasar adalah Rupiah.

2. Sebagai alat tukar menukar (medium of exchange)

Fungsi ini memisahkan antara keputusan membeli oleh pembeli dan menjual oleh penjual. Dengan adanya uang sebagai alat tukar menukar dapat menghilangkan diperlukannnya kesesuain kebutuhan (double coincident of wants) sebelum pertukaran dilakukan seperti dalam barter.

b. Fungsi turunan uang

Fungsi uang sebagai fungsi turunan memiliki 3 fungsi.

1. Sebagai Alat Penimbun atau Penyimpan Kekayaan (store of value).

Kekayaan dalam bentuk uang antara lain, uang tabungan, deposito berjangka dan surat-surat berharga.

2. Sebagai Standar Pembayaran Masa Depan (standar of deffered payment)

Pertukaran barang dan jasa seringkali tidak disertai pembayaran uang oleh pembeli kepada penjual dengan segera. Dengan demikian timbulllah utang, karena pembayaran akan dilakukan dimasa yang akan datang. Apabila seseorang memiliki utang kepada orang lain, maka orang tersebut mempunyai kewajiban untuk membayar kembali pinjaman atau utangnya. dalam hal inilah uang berfungsi sebagai standar pembayaran masa depan.

3. Alat Pengalih Nilai/ Kekayaan

Uang dapat berfungsi untuk mengalihkan nilai. Misalnya Ibu Sari oleh PT.NNM dipromosikan untuk menduduki kepala cabang di Manado. Sebelumnya, Ibu Sari telah memiliki rumah di Jakarta. Ibu sari berhasrat memindahkan rumah miliknya tersebut ke Manado. Dia menemukan jalan keluar yaitu dengan menjual rumah di Jakarta dan membeli rumah di Manado. Menurutnya, tidak mungkin memindahkan fisik rumah dari Jakarta ke Manado. Jadi, uang berfungsi sebagai alat pengalih nilai.

PERMINTAAN UANG

Permintaan uang diartikan sebagai kebutuhan masyarakat akan uang tunai. Menurut John Maynard Keynes ada 3 motif yang mempengaruhi permintaan uang tunai oleh masyarakat. Ketiga motif tersebut yaitu:

  1. Motif Transaksi (Transaction motive)
  2. Motif Berjaga-jaga (Precautionary motive)
  3. Motif Spekulasi (Specualtive motive)

Untuk dapat memahami secara lebih mudah tentang ketiga motif tersebut berikut ini akan diuraikan satu persatu.

1. Permintaan uang untuk transaksi (transaction demand)

Terkait dengan fungsi uang sebagai alat tukar, kita menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa atau untuk membayar tagihan. Permintaan uang untuk transaksi memiliki hubungan positif dengan pendapatan. Jika pendapatan naik, maka permintaan uang untuk keperluan bertransaksi juga meningkat.

2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga (precautionary demand)

Permintaan terhadap uang bisa saja karena orang ingin berjaga-jaga terhadap suatu peristiwa yang tidak dikehendaki seperti sakit, kecelakaan, kebanjiran dan kebakaran. Permintaan uang untuk berjaga-jaga juga memiliki hubungan positif dengan pendapatan.

3. Permintaan uang untuk spekulasi (speculative demand)

Spekulasi berarti melakukan sesuatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga rumah, nilai saham, atau harga emas akan meningkat dimasa depan, mereka akan membeli rumah, saham, atau emas, dan bukan menyimpan uang. Jadi, dalam hal ini spekulan berharap bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga rumah, saham, atau emas di masa depan. Ini tentu dengan sendirinya mengurangi permintaan uang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang adalah sebagai berikut.

  1. Besar-kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
  2. Cepat atau lambatnya laju peredaran uang. Kecepatan peredaran uang dipengaruhi oleh faktor berikut.

a)        kebiasaan pembayaran konsumen, apakah tunai atau angsuran, sebab ini akan berpengaruh terhadap jumlah uang yang diminta pada saat ini atausaat mendatang.

b)        Frekuensi pembayaran pendapatan

c)        Praktik-praktik bank, hal ini berkaitan dengan keluar masuknya uang melalui bank.

d)        Keadaan psikologi masyarakat dalam menggunakan uangnya.

3. Motif-motif masyarakat dalam memiliki uang.

PENAWARAN UANG

Penaran uang lebih populer dinyatakan dengan istilah jumlah uang yang beredar. Dalam laporan data statistik, jumlah uang beredar biasanya dilambangkan dengan huruf M. Dissini ada beberapa definisi yang berbeda mengenai jumlah uang yang beredar tergantung dari tingkat likuiditasnya. Pada umumnya uang beredar didefinisikan sebagai berikut.

  • M1 adalah uang kertas dan logam (kartal) ditambah simpanan dalam bentuk rekening koran (uang giral/ demand deposit)
  • M2 adalah M1 + tabungan + deposito berjangka (time deposit) pada bank-bank umum.
  • M3 adalah M2 + tabungan + deposito berjangka pada lembaga-lembaga keuangan bukan bank.

Secara sederhana penawaran uang atau jumlah uang yang beredar terdiri atas uang logam, uang kertas, simpanan giro, deposito berjangka, berbagai macam tabungan, dan rekening valuta asing milik swasta domestik. Penawaran uang dipengaruhi oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan. Lembaga yang biasanya bertanggungjawab mengatur dan menjalankan kebijakan khususnya kebijakan moneter adalah bank sentral.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang adalah sebagai berikut.

  1. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin sedikit jumlah uang yang beredar. Semakin rendah tingkat bunga, semakin banyak jumlah uang yang beredar.
  2. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin banyak uang yang beredar karena semakin sering melakukan transaksi.
  3. Semakin banyak (padat) jumlah penduduk, semakin banyak dan semakin cepat uang beredar.
  4. Keadaan geografis di perkotaan lebih cepat dan lebih banyak jumlah uang yang beredar dibanding di pedesaan.
  5. Struktur ekonomi, negara agraris berbeda dengan negara industri, negara industri peredaran uang lebih cepat dan lebih banyak.
  6. Penguasaan IPTEK penduduk. Iptek negara yang lebih maju lebih banyak dan lebih cepat uang beredar dibandingkan dengan negara yang menerapkan teknologi yang sederhana.
  7. Globalisasi industri di lingkungan dunia usaha. Semakin global dan arus modal ekonomi antarnegara yang semakin meningkat, uang yang beredar juga dipengaruhi oleh transaksi-transaksi internasional dalam hal ini kurs uang mempengaruhi peredaran.

Analisis Investasi

Pak Ridwan seorang pengusaha. Ia mempunyai uang sebesar Rp 300.000.000,00. Uang tersebut direncanakan untuk mengembangkan usahanya dengan membeli mesin cetak berukuran besar. Dengan mesin tersebut, Pak Ridwan memperkirakan keuntungan yang lebih besar.

Menurut Anda, faktor apa sajakah yang harus dipertimbangkan Pak Ridwan untuk memutuskan apakah investasi itu akan dilaksanakan atau tidak.

INVESTASI

1.  Pengertian Investasi

Investasi memegang peranan yang penting dalam suatu perekonomian. Banyak negara berusaha agar investasi di dalam negeri selalu meningkat setiap bulan. Berbagai cara dilkukan agar investor menanamkan modal, antara lain dengan memberikan keamanan yang lebih baik, upah buruh yang kebih rendah, dan kemudahan peraturan pendirian perusahaan.

Investasi dalam kehidupan sehari-hari diartikan penanaman modal. Namun, investasi dalam pengertian ekonomi berbeda dengan investasi dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang mempunyai uang dan kemudian membeli saham di pasar modal dengan uangnya tersebut, dalam ekonomi tidak diartikan sebagai investasi.

Definisi investasi dalam ekonomi adalah penegluaran penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Keputusan mengenai apakah masyarakat produsen akan melakukan investasi atau tidak pada dasarnya dilakukan dengan cara membandingkan antara marginal benefit (MB) dan marginal cost (MC) dari proyek tersebut. Marginal benefit sebuah proyek investasi berupa keuntungan yang diramalkan akan diperoleh dari proyek tersebut (expected rate of return (r)), sedangkan marginal cost proyek yang sama merupakan tingkat bunga (interest rate (i)) yang harus dibayar atas dana pinjaman yang diperoleh produsen dari pihak lain. Produsen akan bersedia melakukan investasi apabila nilai keuntungan yang diramalkan lebih besar dibanding tingkat bunga pinjaman yang harus dibayarkan.

  • Tingkat Keuntungan yang Diramalkan/ Expected Rate of Return (r)

Pengeluaran investasi didorong olej keinginan memperoleh keuntungan. Peruasahaan/ produsen akan membeli barang modal hanya apabila mereka yakin pembelian tersebut menguntungkan.

Contoh:

Seorang pemilik usaha kue akan membeli oven listrik seharga Rp. 5.000.000,-. Ia memperkirakan dengan mesin baru itu akan meningkatkan output yang diproduksi dan hasil penjualan meningkat. Misalnya produsen meramalkan pendapatan bersih dari penggunaan oven baru ini ( setelah dikurangi biaya operasional yang lain) sebesar Rp. 5.500.000,-. Dengan demikian pendapatan bersih sebesar ini mampu menutup biaya pembelian mesin baru sebesar Rp. 5.000.000,00 dan masih menyisakan keuntungan sebesar Rp. 500.000,-. Dengan membandingkan keuntungan yang diramalkan, akan diperoleh biaya pembelian oven. Dengan demikian kita temukan, bahwa nilai expected rate of return (r) atas pebelian oven tersebut sebesar:

= 10%

  • Tingkat Bunga / Interest Rate (i)

Dari contoh pembelian oven diatas apabila dana yang digunakan untuk pembelian tersebut diperoleh produsen dengan meminjam kepada bank, maka pembahasan mengenai biaya bunga menjadi hal yang tidak dapat terhindarkan. Misalnya apabila kita ambil contoh tingkat bunga pinjaman bank sebesar 7%, maka biaya bunga yang harus dibayarkan sebesar 7% x Rp.5.000.000,- = Rp.  350.000,-.

Kita tahu bahwa pembelian oven menghasilkan perkiraan keuntungan sebesar Rp. 500.000,-, sedangkan biaya bunga yang dibayar produsen sebesar Rp. 350.000,-. Maka jelaslah bahwa keuntungan yang diramalkan lebih besar dibandingkan biaya bunga yang harus dibayar produsen. Oleh karena itu bisa dikatakan proyek investasi pembelin oven listrik ini dapat dilakukan karena akan menghasilkan keuntungan bagi produsen.

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa sebuah proyek investasi dapat dilakukan apabila nilai tingkat keuntungan yang diramalkan (r) > tngkat bunga (i) r > i atau paling tidak nilai tingkat keuntungan yang diramalkan (r) = (i) r = i.

2. Efisiensi Investasi Marginal

Dari jumlah modal yang akan ditanam dan tingkat pengembalian modal yang diramalkan akan terbentuk suatu kurva yang disebut efisiensi investasi marginal (MEI/ marginal efficiensi of investment). MEI adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal akan diinvestasikan.

3. Jenis-Jenis Investasi

Investasi dapat dibedakan kedalam tiga jenis yaitu sebagai berikut:

a. Investasi Riil

Investasi riil adalah investasi terhadap barang-barang modal, meliputi pembelian mesin-mesin, peralatan atau gedung.

b. Investasi Persediaan

Investasi persediaan adalah investasi dalam bentuk persediaan, baik bahan baku produksi maupun barang jadi yang digunakan sebagai cadangan dengan tujuan meningkatkan keuntungan dimasa yang akan datang.

c. Investasi Residental

Investasi residental adalah investasi dalam bentuk tempat tinggal, seperti rumah kantor atau apartemen.

4. Faktor Penentu Tingkat Investasi

a)        Penemuan baru (New Invention)

b)        Daerah pemasaran baru (New Market Place)

c)        Sumber alam baru (New Natural Resources)

d)        Pertambahan penduduk (The Level of Resident)

e)        Perubahan unsur non-ekonomis (The Change of Non-economic Factors)

5. Investasi dan Pendapatan Nasional

Dalm hubungannya dengan pendapatan nasional, investasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

a. Investasi Otonom (Autonomous Investment)

Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan  dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga.

b. Investasi dorongan/ investasi terpengaruh (Induced Investment)

Investasi dorongan/ investasi terpengaruh yaitu investasi yang didorong oleh perubahan adanya pendapatan nasional. Makin tinggi pendapayan nasional, makin tinggi investasinya.

6. Kurva Permintaan Investasi
Kurva permintaan investasi merupakan kurva tempat kedudukan titik-titik kombinasi jumlah investasi pada berbagai tingkat bunga. Kurva ini memiliki kemiringan negatif, yang artinya apabila suku bunga turun maka jumlah investasi bertambah dan sebaliknya apabila suku bunga naik maka jumlah investasi akan berkurang.

Fungsi investasi juga bisa dinyatakan dalam hubungan matematis dengan bentuk umum:

Keterangan:

Io  = investasi otonom yaitu investasi pada saat suku bunga sama dengan nol (0)

a   = MPI = Marginal Propensity to Invest

a. Penemuan baru (New Invention)

TABUNGAN

1. Pengertian Tabungan dan Fungsi Tabungan

Tabungan atau saving, yang biasa dinotasikan dengan huruf S, mempunyai definisi yang berbeda-beda, tetapi semuanya mempunyai arti yang sama. Berikut ini ada beberapa pengertian tabungan, yaitu:

  1. Saving (S) merupakan fungsi dari pendapatan nasional (Y) atau dapat ditulis sebagai S= f (Y)
  2. Tabungan (S) adalah sisa pendapatan (Y) setelah digunakan untuk konsumsi (C), atau dapat ditulis S= Y-C

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

Di mana:

S = pengeluaran tabungan

-a= autonomous saving = tabungan otonom = tabungan pada saat Y= 0, atau tabungan yang tidak dipengaruhi Y

(1-b)Y= induced saving = tabungan yang dipengaruhi Y

(1-b) = Marginal Propensity to save (MPS)= slope fungsi tabungan= koefisien fungsi tabungan.

2. Kecenderungan Menabung (Propensity to Save)

Kecenderungan menabung marginal (MPS) merupakan perbandingan antara pertambahan  tabungan  dengan pertambahan pendapatan , sedangkan kecenderungan menabung rata-rata (APS) merupakan perbandingan antara jumlah tabungan dengan jumlah pendapatan .

Propensity to Save dapat ditulis dalam bentuk rumus sebagai berikut:

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan

1)      Suku bunga

2)      Kondisi perekonomian

3)      Program dana pensiun hari tua

4. Kurva Tabungan


Konsumsi

1. Pengertian Konsumsi

Apakah konsumsi itu? Kebanyakan orang mendefinisikan konsumsi merupakan kegiatan makan dan minum, pengertian tersebut tidak salah. Namun pengertian konsumsi tidak hanya kegiatan makan dan minum saja. Ketika membeli barang atau menggunakan jasa maka tindakan tersebut juga merupakan kegiatan konsumsi.  Konsumsi merupakan bagian dari pendapatan yang dipergunakan untuk membeli barang dan jasa untuk kelangsungan hidup kita.

Jadi secara luas konsumsi merupakan kegiatan menggunakan, mengurangi atau menghabiskan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Pola konsumsi yang dialami masyarakat atau rumah tangga keluarga secara umum bahwa semakin besar pendapatan maka akan semakin besar pula jumlah pengeluaran konsumsinya.

2. Fungsi konsumsi

Fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara variabel pendapatan nasional (Y) dengan variabel pengeluaran konsumsi (C). Fungsi konsumsi diperkenalkan oleh J.M Keynes dengan formulasi sebagai berikut:

Keterangan:

C= consumption expenditure (pengeluaran konsumsi)

Besarnya  pengeluaran konsumsi (C dipengaruhi secara positif atau searah oleh besarnya pendapatan (Y), artinya semakin besar pendapatan, semakin besar juga konsumsi. Pengeluaran konsumsi tersebut terdiri atas autonmous consumption (diberi lambang a) dan induced consumption (bY).

a= autonomous consumtions expenditure (pengeluaran konsumsi otonomi), yaitu besarnya konsumsi pada saat pendapatan nasional sebesar nol.

b= marginal propensity to consume (MPC), yaitu rasio besarnya tambahan konsumsi dengan tambahan pendapatan.

Y= pendapatan nasional yang siap dibelanjakan. Jika dalam perekonomian ada sektor pemerintah, ditulis Yd (disposable income), maka

Di mana T adalah pajak dan F adalah subsidi.

Oleh karena itu, jika ada pajak atau subsidi maka fungsi konsumsinya menjadi

3.  Kecenderungan Mengonsumsi (Propensity to Consume)

Kecenderungan mengonsumsi Marginal (MPC) adalah perbandingan antara pertambahan konsumsi  yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan , sedangkan kecenderungan mengonsumsi rata-rata (APC) adalah perbandingan antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan

Propensity to Consume dapat ditulis dalam bentuk rumus sebagai berikut:

4.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi

a. Selera
b. Faktor Sosial Ekonomi
c. Kekayaan
d. Tingkat Bunga
e. Tingkat Harga

Berikut adalah kurva konsumsi

Gambar 1: Kurva Konsumsi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.